AYAM GEPREK PAK WAGE, CITA RASA GUNUNGKIDUL DALAM SEPIRING SAMBAL
Ini adalah kali ketiga aku datang ke warung makan ayam Geprek Pak Wage, setelah seorang teman mengenalkanku pada tempat itu sebelumnya. Katanya tempat ini terkenal karena murahnya, satu porsi ayam geprek hanya seharga Rp 6.500,00 dan minuman di sana juga hanya Rp 1.500,00, harga yang murah untuk kalangan mahasiswa tentunya. (pantesan aja katanya ini juga tempat nongkrong anak HI, PSDK sama MKP). Pertama coba aku langsung merasakan ada sesuatu yang beda dari sambel bawang ayam geprek ini. Rasa sambalnya seperti sambal-sambal yang khas dari daerah asalku. Rasanya mengingatkanku kembali tentang rasa sambel bawang Gunungkidul. Sambel yang pedas dengan khas bau lemper (baca : cobek). Tadi sore aku beli lagi ayam geprek Pak Wage, tapi tadi yang ada ibuk-ibuknya. Nah mulailah percakapan kami tadi. Dari percakapan tersebut akhirnya ditemukan banyak fakta, yaitu : “Ternyata si Ibuk dan mbak-mbak pramusaji di sana semuanya asli Gunungkidul. Si Ibuk aslinya Paliyan, terus...