Postingan

uts

semua diam bertatap dengan lembaran materi sementara media sosial terus berbunyi

Hari Ini dalam lima baris puisi

dan dia begitu takut untuk menghadapinya. meski dia diberkati dengan keberanian dia tetap enggang melihat jauh ke dalam matanya bukan karena  takut, melainkan engan dia untuk jatuh cinta

kemudian aku menulisnya, lagi.

SIRKULASI Tergores dalam hati Sebuah kata sunyi Penyangkalan atas semua hari Yang telah terlalui Tanpa pemikiran hati Aku ingin hidup lebih lama Tak menjadikan ini sia-sia dan percuma Aku ingin bahagia Meski harus ku korbankan semua Mencoba pahami, Tak sekadar mengerti  satu sisi Tentang tafsir-tafsir kepalsuan, sebuah kebenaran Tentang bisikan-bisikan samar, menjadi penjelasan Raungan malam mencekam keheningan Semakin suram, Ku dengar nyanyian hujan,  merintih kesakitan Memanggil namaku  dengan pelan, perlahan Kematian Aku gagal! Sia-sia ku pertahankan Aku terpojokkan pisau-pisau pengkhianatan Menusukku, Sungguh tak terduga Dan semua menjadi tak sama Aku tak ingin terenggutkan ketika aku tersenyum dalam kebahagiaan Aku tak menginginkan ketidakpastian Menjadi bebanku, perlahan membunuhku dengan kata “keputusasaan” Aku ingin hapuskan kata itu Membuangnya, membakarnya, memendamnya Dan ...

HEMBUSAN ANGIN

ELFI HUSNIAWATI Prologue Sebuah kecelakaan pesawat menewaskan beberapa penumpang dan awaknya. Beberapa diantaranya ditemukan dengan selamat, namun ada pula yang kini harus menjalani perawatan intensif dan menghadapi masa-masa kritis. Beberapa bahkan ada yang mengalami koma berbulan-bulan setelah kejadian naas itu. * Hujan tetap saja enggan untuk pergi.   Sesekali angin kencang menerpa dedaunan dan   menggoyahkan payung-payung   pada kepalan tangan. Orang-orang berlalu lalang sembari melihat kearah jarum jam tangan mereka. Tentu saja tak ada hal yang lebih menderita di ibu kota ini selain jam pulang kerja, macet, dan hujan. Tampak wajah-wajah lelah dari dalam kaca. Wajah-wajah putus asa, bosan akan rutinitas kehidupan, dan   enggan untuk tetap diam dan tenang. Di ujung jalan    tampak seorang berkemeja lengkap dengan dasi di kerahnya, lengan   bajunya digulung sampai ke siku dan kemudian membanting kap mobil dengan kerasnya. Tak ada orang ...

Oleh-oleh

Dia baru datang dari Bali Setelah setidaknya enam hari berada di sana Dia datang mengetuk pintu Membawakan beberapa barang untukku Pie susu, kacang, dan gelang Diberikannya kepadaku Sebagai tanda persahabatan. Cc : D.E  kamar 37

AYAM GEPREK PAK WAGE, CITA RASA GUNUNGKIDUL DALAM SEPIRING SAMBAL

Ini adalah kali ketiga aku datang ke warung makan ayam Geprek Pak Wage, setelah seorang teman mengenalkanku pada tempat itu sebelumnya. Katanya tempat ini terkenal karena murahnya, satu porsi ayam geprek hanya seharga Rp 6.500,00 dan minuman di sana juga hanya Rp 1.500,00, harga yang murah untuk kalangan mahasiswa tentunya. (pantesan aja katanya ini juga tempat nongkrong anak HI, PSDK sama MKP). Pertama coba aku langsung merasakan ada sesuatu yang beda dari sambel bawang ayam geprek ini. Rasa sambalnya seperti sambal-sambal yang khas dari daerah asalku. Rasanya mengingatkanku kembali tentang rasa sambel bawang Gunungkidul. Sambel yang pedas   dengan khas bau lemper (baca : cobek). Tadi sore aku beli lagi ayam geprek Pak Wage, tapi tadi yang ada ibuk-ibuknya. Nah mulailah percakapan kami tadi. Dari percakapan tersebut akhirnya ditemukan banyak fakta, yaitu : “Ternyata si Ibuk dan mbak-mbak pramusaji di sana semuanya asli Gunungkidul.   Si Ibuk aslinya Paliyan, terus...

Pada 11 Malam

terdengar derap langkah yang menderap. dia berjalan setengah berlari, dengan berat dari tangga menuju kamarnya. pintu dia buka, namun sesaat dia kembali keluar menuju balkon. dia menangis, sambil memegang hand phone kemudian dia berkata "aku ga mau jual obat lagi pokoknya...."