Musik. kalau ditanya suka dengerin musik apa pasti aku bingung jawabnya, yang tanya pun akhirnya juga akan bingung dengan jawabanku. Atau kalau tidak ada pertanyaan yang muncul, kamu suka korean pop yaa.. kamu fansnya super junior ya? ah apa lagi itu.. Bukan lantas nama saya ELFI lalu saya diidentikan dengan ELF fansnya Super Junior gitu -_- https://www.larc-en-ciel.com/ Tapi kalau membahas apa yang aku sukai pasti pada nggak ngerti.. ujung-ujungnya yang nanya malah lanjut bertanya, itu band apa ya? asalnya dari negara mana? ckckckck.. ngasih pertanyaan kok malah jadi bingung sendiri. well sebenarnya selera saya cukup sederhana, saya suka musik aliran J-Pop dan J-Rock, terlebih empunya yang ada di Jepang sana, Larc-en-Ciel, terus sama generasi mudanya, One Ok Rock. tuh pasti nggak tahu kan? nah awal mulanya suka Larc-en-Ciel itu pas awal-awal masuk SMP, masih umur 12an tahun lah. tahunya dulu dari sebuah majalah yang ngupas tentang Band asal Jepan...
“Cause Visual Speak Louder” . Tagline tersebut mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita yang kerap melewati jalan lingkar utara condong catur. Berbagai penelitian memang membuktikan bahwa manusia memang lebih mudah tertarik dengan gambar dan memiliki memori yang lebih panjang tentang visual dari pada angka dan kata. Oleh sebab itulah manusia lebih mudah mengingat wajah seseorang daripada nama orang. Namun apakah selamanya visual yang kita lihat selalu baik untuk kita ingat? Tidak. Sebagai contoh adalah iklan Bintang Toedjoe. Iklan Bintang Toedjoe sepertinya selalu menimbulkan permasalahan bagi masyarakat yang melihatnya. Tidak hanya satu produk, tetapi beberapa produk Bintang Toedjoe memiliki iklan yang multitafsir. Sebut saja iklan Bintang Toedjoe “Bintang Toedjoe Masuk Angin Versi Perawan atau Janda” dan “Bintang Toedjoe Panas Dalam”. Bintang Toedjoe memiliki dua versi iklan, yaitu iklan audio visual yang di...
Komentar
Posting Komentar